{"id":98,"date":"2023-06-26T01:04:36","date_gmt":"2023-06-26T01:04:36","guid":{"rendered":"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/"},"modified":"2023-06-26T01:04:36","modified_gmt":"2023-06-26T01:04:36","slug":"rotameter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/","title":{"rendered":"Rotameter"},"content":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu rotameter. Anda akan mengetahui pengertian rotameter, bagian-bagiannya, cara kerja alat ini, jenis-jenis rotameter, serta kelebihan dan kekurangan penggunaan rotameter.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%C2%BFQue-es-un-rotametro\"><\/span>Apa itu rotameter?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> <strong>Rotameter<\/strong> adalah instrumen laboratorium yang digunakan untuk mengukur aliran suatu fluida. Sederhananya, rotameter adalah alat yang digunakan untuk menentukan laju aliran suatu fluida.<\/p>\n<p> Oleh karena itu, rotameter adalah jenis pengukur aliran. <\/p>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 10px; padding-left: 20px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/physigeek.com\/id\">Apa itu pengukur aliran?<\/a><\/div>\n<p> Ingatlah bahwa aliran atau pengeluaran volumetrik didefinisikan sebagai jumlah aliran per satuan waktu yang mengalir melalui suatu bagian tabung.<\/p>\n<p> Umumnya rotameter digunakan untuk mengukur aliran cairan, biasanya air. Meski bisa juga digunakan untuk mengetahui aliran gas.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Partes-de-un-rotametro\"><\/span> Bagian dari rotameter<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Rotameter adalah sebuah tabung berbentuk kerucut, biasanya terbuat dari kaca atau plastik, dengan bagian di dalamnya disebut pelampung yang bergerak vertikal ke atas dan ke bawah tergantung pada aliran fluida.<\/p>\n<p> Jadi, bagian-bagian rotameter adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul style=\"color:#4fd12f; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Float<\/strong> : merupakan bagian yang terletak di dalam rotameter. Pelampung bergerak secara vertikal pada rotameter sesuai dengan laju aliran fluida, semakin tinggi laju aliran maka akan semakin tinggi. Ini adalah bagian dari rotameter yang menandai nilai aliran fluida.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Skala<\/strong> : menunjukkan nilai aliran yang diukur. Batas pelampung akan menandai garis skala yang sesuai dengan aliran fluida.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Panduan<\/strong> : bagian di dalam rotameter tempat pelampung bergerak. Hal ini digunakan untuk memastikan bahwa pelampung bergerak secara vertikal.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Tabung ukur<\/strong> : tabung tempat pelampung bergerak, terdiri dari badan rotameter.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Perhentian bawah<\/strong> : Ini adalah batas bawah pelampung. Bila tidak ada aliran yang diukur, pelampung tetap diam pada posisi ini.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Pemberhentian atas<\/strong> : adalah batas atas pelampung. Disarankan agar pelampung tidak mencapai batas atas untuk menghindari kerusakan.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pieces-de-rotametre.png\" alt=\"bagian dari rotameter\" class=\"wp-image-1772\" width=\"426\" height=\"377\" srcset=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pieces-de-rotametre-300x266.png 300w, https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pieces-de-rotametre-768x680.png 768w, https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pieces-de-rotametre.png 872w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\"><\/figure>\n<\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Como-funciona-un-rotametro\"><\/span> Bagaimana cara kerja rotameter?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Setelah kita melihat pengertian rotameter dan apa saja bagian-bagiannya, kita akan melihat cara kerja alat ini yang begitu umum di laboratorium.<\/p>\n<p> Ketika fluida mengalir melalui rotameter, dua gaya bekerja pada pelampung. Di satu sisi, fluida memberikan gaya vertikal ke atas, dan di sisi lain, berat pelampung adalah gaya vertikal yang mendorongnya ke bawah. Jadi, <strong>pengoperasian rotameter didasarkan pada pencarian titik keseimbangan antara gaya yang diberikan oleh fluida dan gaya berat pelampung.<\/strong><\/p>\n<p> Seperti yang kita lihat pada bagian di atas, rotameter terbuat dari tabung berbentuk kerucut, sehingga penampang tabung bertambah seiring dengan naiknya pelampung. Akibatnya kecepatan dan gaya yang diberikan fluida pada pelampung berkurang.<\/p>\n<p> Dengan demikian pelampung akan naik, dan pada saat yang sama gaya zat cair pada pelampung akan berkurang, hingga gaya tersebut setara dengan gaya berat pelampung. Pada saat ini, pelampung akan tetap seimbang dan berhenti bergerak.<\/p>\n<p> Setelah pelampung tidak bergerak, Anda harus melihat skala rotameter yang telah dikalibrasi sebelumnya untuk membaca pengukuran aliran. Nilai aliran akan menjadi angka pada skala yang bertepatan dengan batas atas pelampung.<\/p>\n<p> Singkatnya, semakin tinggi laju aliran, semakin tinggi pula kenaikan pelampung di rotameter. Dan setelah pelampung distabilkan pada suatu titik, nilai yang ditunjukkan oleh skala rotametri akan menjadi nilai aliran fluida.<\/p>\n<p> <strong>Catatan:<\/strong> agar rotameter berfungsi dengan benar, rotameter harus dalam posisi vertikal. Jika tidak, pengukuran yang ditandai oleh rotameter akan salah.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tipos-de-rotametros\"><\/span> Jenis rotameter<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Ada beberapa jenis rotameter tergantung pada bahan dan penggunaannya. Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai jenis rotameter:<\/p>\n<ul style=\"color:#4fd12f; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Rotameter pembersih<\/strong> \u2013 rotameter untuk fluida dengan laju aliran dan kepadatan rendah.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Rotameter kaca<\/strong> \u2013 rotameter yang tabungnya terbuat dari kaca. Rotameter jenis ini bertahan lebih lama dan memungkinkan Anda memvisualisasikan bagian dalam tabung.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Rotameter Plastik<\/strong> \u2013 Rotameter Plastik. Alat ini tidak mahal dan tahan lebih lama dibandingkan jenis rotameter lainnya, namun tidak berguna untuk laju aliran yang besar.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Rotameter logam<\/strong> : rotameter ideal untuk aliran pada suhu dan tekanan tinggi. Rentang pengukurannya umumnya sangat luas.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Bypass rotameter<\/strong> : rotameter yang digunakan hanya untuk mengukur laju aliran pada membran.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Rotameter akrilik<\/strong> : rotameter berdiameter kecil sangat berguna untuk mengukur aliran secara akurat.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Rotameter dengan transduser listrik<\/strong> : Rotameter jenis ini menggunakan sistem magnetik untuk melacak perubahan yang dihasilkan pada saluran masuk tabung.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Rotameter Transduser Pneumatik<\/strong> : Rotameter jenis ini melakukan pengukuran menggunakan mekanisme magnet.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ventajas-y-desventajas-de-un-rotametro\"><\/span> Kelebihan dan kekurangan rotameter<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Pada bagian terakhir ini kita akan menganalisis kelebihan dan kekurangan rotameter, karena karakteristiknya lebih baik daripada jenis alat ukur lainnya dalam situasi tertentu.<\/p>\n<p> Kelebihan rotameter adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ul style=\"color:#4fd12f; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Rotameter tidak memerlukan energi listrik. Keuntungan besar rotameter adalah tidak memerlukan energi eksternal untuk digunakan, pengoperasiannya didasarkan pada prinsip mekanis.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Ini adalah instrumen laboratorium yang sangat sederhana untuk digunakan.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Rotameter adalah perangkat yang murah dibandingkan dengan meteran lainnya.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Skala rotameter praktis linier, sehingga pengukuran lebih mudah dibaca.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> Di sisi lain, rotameter memiliki kelemahan sebagai berikut:<\/p>\n<ul style=\"color:#4fd12f; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Skala rotameter memerlukan kalibrasi. Oleh karena itu, skala rotameter hanya akan efektif untuk zat tertentu. Jika fluida diganti maka rotameter juga harus diganti atau dikalibrasi ulang.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Untuk melakukan pengukuran, rotameter harus diorientasikan sepenuhnya secara vertikal. Memang benar, pengoperasian rotameter bergantung pada gaya gravitasi yang diberikan pada pelampung.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Sangat mudah untuk membuat kesalahan dalam membaca pengukuran, karena pelampung sulit untuk tetap diam sepenuhnya, ia bergerak sedikit. Selain itu, batas float mungkin berada di tengah dua tanda pada skala rotametri.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Pada umumnya pembacaan tidak dapat dilakukan secara otomatis oleh mesin, namun pengukuran harus dibaca secara manual.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Jika cairan sangat gelap, pembacaan pengukuran akan menjadi sulit.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu rotameter. Anda akan mengetahui pengertian rotameter, bagian-bagiannya, cara kerja alat ini, jenis-jenis rotameter, serta kelebihan dan kekurangan penggunaan rotameter. Apa itu rotameter? Rotameter adalah instrumen laboratorium yang digunakan untuk mengukur aliran suatu fluida. Sederhananya, rotameter adalah alat yang digunakan untuk menentukan laju aliran suatu fluida. Oleh karena itu, rotameter adalah &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Rotameter<\/span> Baca selengkapnya &quot;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>\u25b7 Rotameter: apa itu, suku cadang, jenis, pengoperasian, kelebihan,...<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu rotameter? - Bagian-Bagian Rotameter - Cara Kerja Rotameter - Jenis-Jenis Rotameter - Kelebihan dan Kekurangan Rotameter.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u25b7 Rotameter: apa itu, suku cadang, jenis, pengoperasian, kelebihan,...\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu rotameter? - Bagian-Bagian Rotameter - Cara Kerja Rotameter - Jenis-Jenis Rotameter - Kelebihan dan Kekurangan Rotameter.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-26T01:04:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pieces-de-rotametre.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Jonathan Reynolds\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Jonathan Reynolds\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/\"},\"author\":{\"name\":\"Jonathan Reynolds\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/8c80a7450271cac823c1fce889f781ae\"},\"headline\":\"Rotameter\",\"datePublished\":\"2023-06-26T01:04:36+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-26T01:04:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/\"},\"wordCount\":814,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Laboratorium\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/\",\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/\",\"name\":\"\u25b7 Rotameter: apa itu, suku cadang, jenis, pengoperasian, kelebihan,...\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-06-26T01:04:36+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-26T01:04:36+00:00\",\"description\":\"Apa itu rotameter? - Bagian-Bagian Rotameter - Cara Kerja Rotameter - Jenis-Jenis Rotameter - Kelebihan dan Kekurangan Rotameter.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Rumah\",\"item\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rotameter\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/\",\"name\":\"Physigeek\",\"description\":\"Pelajari fisika dengan cara mudah!\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Physigeek\",\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/physigeek-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/physigeek-logo.png\",\"width\":180,\"height\":42,\"caption\":\"Physigeek\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/8c80a7450271cac823c1fce889f781ae\",\"name\":\"Jonathan Reynolds\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Jonathan-Reynolds-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Jonathan-Reynolds-96x96.jpg\",\"caption\":\"Jonathan Reynolds\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/physigeek.com\/id\"],\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/author\/ind0n35inphys1c\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u25b7 Rotameter: apa itu, suku cadang, jenis, pengoperasian, kelebihan,...","description":"Apa itu rotameter? - Bagian-Bagian Rotameter - Cara Kerja Rotameter - Jenis-Jenis Rotameter - Kelebihan dan Kekurangan Rotameter.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u25b7 Rotameter: apa itu, suku cadang, jenis, pengoperasian, kelebihan,...","og_description":"Apa itu rotameter? - Bagian-Bagian Rotameter - Cara Kerja Rotameter - Jenis-Jenis Rotameter - Kelebihan dan Kekurangan Rotameter.","og_url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/","article_published_time":"2023-06-26T01:04:36+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pieces-de-rotametre.png"}],"author":"Jonathan Reynolds","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Jonathan Reynolds","Est. reading time":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/"},"author":{"name":"Jonathan Reynolds","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/8c80a7450271cac823c1fce889f781ae"},"headline":"Rotameter","datePublished":"2023-06-26T01:04:36+00:00","dateModified":"2023-06-26T01:04:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/"},"wordCount":814,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization"},"articleSection":["Laboratorium"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/","url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/","name":"\u25b7 Rotameter: apa itu, suku cadang, jenis, pengoperasian, kelebihan,...","isPartOf":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#website"},"datePublished":"2023-06-26T01:04:36+00:00","dateModified":"2023-06-26T01:04:36+00:00","description":"Apa itu rotameter? - Bagian-Bagian Rotameter - Cara Kerja Rotameter - Jenis-Jenis Rotameter - Kelebihan dan Kekurangan Rotameter.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/rotameter\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Rumah","item":"https:\/\/physigeek.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rotameter"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#website","url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/","name":"Physigeek","description":"Pelajari fisika dengan cara mudah!","publisher":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/physigeek.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization","name":"Physigeek","url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/physigeek-logo.png","contentUrl":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/physigeek-logo.png","width":180,"height":42,"caption":"Physigeek"},"image":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/8c80a7450271cac823c1fce889f781ae","name":"Jonathan Reynolds","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Jonathan-Reynolds-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Jonathan-Reynolds-96x96.jpg","caption":"Jonathan Reynolds"},"sameAs":["http:\/\/physigeek.com\/id"],"url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/author\/ind0n35inphys1c\/"}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98"}],"collection":[{"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=98"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=98"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=98"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=98"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}