{"id":288,"date":"2023-06-22T11:49:30","date_gmt":"2023-06-22T11:49:30","guid":{"rendered":"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/"},"modified":"2023-06-22T11:49:30","modified_gmt":"2023-06-22T11:49:30","slug":"dinamo-meter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/","title":{"rendered":"Dinamo meter"},"content":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu dinamometer. Oleh karena itu, Anda akan mengetahui kegunaan bangku, bagian-bagian bangku, cara kerja bangku, dan apa saja jenis-jenis bangku. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%C2%BFQue-es-un-dinamometro\"><\/span> Apa itu dinamometer?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> <strong>Dinamometer<\/strong> adalah alat yang digunakan untuk mengukur gaya atau menghitung berat suatu benda. Artinya, dinamometer adalah suatu alat yang digunakan untuk menentukan nilai suatu gaya yang tidak diketahui atau untuk mengetahui gaya yang digunakan bumi untuk menarik suatu benda.<\/p>\n<p> Dinamometer terdiri dari pegas dan pengait, sehingga suatu benda digantung pada pengait dan, tergantung pada perpanjangan pegas, gaya yang bekerja pada benda dapat dihitung. Di bawah ini kita akan melihat secara detail cara menggunakan dinamometer yang benar.<\/p>\n<p> Dinamometer ditemukan oleh fisikawan Inggris Isaac Newton, yang berperan penting dalam membangun dasar-dasar dinamika. Misalnya, dia adalah penulis hukum Newton.<\/p>\n<p> Secara etimologis, kata dinamometer terdiri dari istilah Yunani <em>dynamis<\/em> yang berarti \u201ckekuatan\u201d dan <em>metron<\/em> yang berarti \u201cmengukur\u201d.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Partes-de-un-dinamometro\"><\/span> bagian dari dinamometer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Sekarang setelah kita mengetahui pengertian dinamometer, sekarang kita akan mengetahui apa saja komponen-komponen alat ukur jenis ini.<\/p>\n<ul style=\"color:#4fd12f; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Cincin atau pengait atas<\/strong> : cincin atau pengait yang dapat digunakan untuk menahan seluruh dinamometer.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Pegas atau pegas elastis<\/strong> : Pegas yang meregang apabila suatu benda digantungkan pada pengait bawah dinamometer. Semakin besar perpanjangan pegas maka semakin besar pula nilai gaya yang diukur.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Skala pengukuran<\/strong> : skala yang memungkinkan Anda mengetahui seberapa jauh pegas telah memanjang ketika Anda menggantungkan suatu benda pada kait bawah dinamometer.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Silinder penampung<\/strong> : bagian dari dinamometer yang berisi pegas.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Pengait bawah<\/strong> : pengait tempat Anda menggantungkan benda yang beratnya ingin Anda ketahui.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/parties-dun-dynamometre.png\" alt=\"bagian dari dinamometer\" class=\"wp-image-4993\" width=\"531\" height=\"504\" srcset=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/parties-dun-dynamometre-300x284.png 300w, https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/parties-dun-dynamometre-1024x970.png 1024w, https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/parties-dun-dynamometre-768x727.png 768w, https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/parties-dun-dynamometre.png 1058w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\"><\/figure>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Como-funciona-un-dinamometro\"><\/span> Bagaimana cara kerja dinamometer?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> <strong>Pengoperasian dinamometer<\/strong> sederhana: Anda perlu menggantungkan beban atau mengerahkan gaya pada kait bawah, kemudian pegas elastis di dalam dinamometer akan memanjang dan batas bawahnya akan menandai nilai gaya pada skala dinamometer.<\/p>\n<p> Oleh karena itu, untuk menggunakan dinamometer, cukup gantungkan benda yang beratnya ingin Anda tentukan atau berikan gaya yang ingin Anda ketahui nilainya pada kait bawah alat tersebut. Kemudian, cukup membaca nilai berat benda atau gaya yang diberikan pada skala dinamometer.<\/p>\n<p> Jadi, pengoperasian dinamometer didasarkan pada <strong>hukum Hook<\/strong> , yang menetapkan bahwa perpanjangan pegas berbanding lurus dengan gaya yang diterapkan padanya. Artinya, semakin besar gaya yang diberikan pada salah satu ujung pegas, maka pegas akan semakin memanjang.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tipos-de-dinamometro\"><\/span> Jenis dinamometer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Dinamometer dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis:<\/p>\n<ul style=\"color:#4fd12f; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Dinamometer mekanis<\/strong> : dinamometer bekerja dengan menggunakan mekanisme dan pembacaan gaya dilakukan secara manual.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Dinamometer digital<\/strong> \u2013 Dinamometer menampilkan nilai gaya yang diukur pada layar.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dinamometro-mecanico\"><\/span> dinamometer mekanis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> <strong>Dinamometer mekanis<\/strong> menunjukkan nilai gaya pada skala dan oleh karena itu pembacaan gaya dilakukan secara manual. Dinamometer jenis ini bekerja dengan menggunakan pegas elastis dan berdasarkan hukum Hooke. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/dynamometre-mecanique.jpeg\" alt=\"dinamometer mekanis\" class=\"wp-image-5001\" width=\"134\" height=\"303\" srcset=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/dynamometre-mecanique-133x300.jpeg 133w, https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/dynamometre-mecanique.jpeg 197w\" sizes=\"(max-width: 133px) 100vw, 133px\"><\/figure>\n<p> Harga alat pengukur gaya mekanis umumnya lebih rendah dibandingkan dengan alat pengukur gaya digital.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dinamometro-digital\"><\/span> dinamometer digital<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> <strong>Pengukur gaya digital<\/strong> , atau <strong>pengukur gaya elektronik<\/strong> , adalah pengukur gaya yang menampilkan nilai gaya yang diukur pada layar. Pengukur gaya jenis ini memerlukan baterai atau sumber daya eksternal untuk beroperasi. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/dynamometre-numerique.png\" alt=\"dinamometer digital\" class=\"wp-image-5003\" width=\"105\" height=\"325\" srcset=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/dynamometre-numerique-97x300.png 97w, https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/dynamometre-numerique.png 129w\" sizes=\"(max-width: 97px) 100vw, 97px\"><\/figure>\n<p> Secara umum, pengukur gaya digital lebih akurat dibandingkan pengukur gaya mekanis, namun cenderung lebih mahal.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dinamometro-y-balanza\"><\/span> Dinamometer dan skala<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Pada bagian ini kita akan melihat perbedaan antara dinamometer dan timbangan, keduanya merupakan dua instrumen dengan aplikasi serupa dan dapat membingungkan.<\/p>\n<p> Timbangan merupakan suatu alat yang digunakan untuk menentukan massa suatu benda, yaitu timbangan yang memungkinkan kita mengetahui jumlah materi dalam suatu benda.<\/p>\n<p> Oleh karena itu, <strong>perbedaan antara dinamometer dan timbangan<\/strong> terletak pada besaran fisis yang diukurnya. Dinamometer digunakan untuk mengukur berat suatu benda, sebaliknya timbangan memungkinkan Anda menentukan massa suatu benda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu dinamometer. Oleh karena itu, Anda akan mengetahui kegunaan bangku, bagian-bagian bangku, cara kerja bangku, dan apa saja jenis-jenis bangku. Apa itu dinamometer? Dinamometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur gaya atau menghitung berat suatu benda. Artinya, dinamometer adalah suatu alat yang digunakan untuk menentukan nilai suatu gaya yang tidak diketahui &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Dinamo meter<\/span> Baca selengkapnya &quot;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>\u25b7 Dinamometer: apa itu, bagian, jenis, pengoperasian...<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di sini Anda akan mempelajari apa itu dinamometer, kegunaannya, bagian-bagiannya, cara kerja dinamometer, dan macam-macam dinamometer.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u25b7 Dinamometer: apa itu, bagian, jenis, pengoperasian...\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di sini Anda akan mempelajari apa itu dinamometer, kegunaannya, bagian-bagiannya, cara kerja dinamometer, dan macam-macam dinamometer.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-22T11:49:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/parties-dun-dynamometre.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Jonathan Reynolds\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Jonathan Reynolds\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/\"},\"author\":{\"name\":\"Jonathan Reynolds\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/8c80a7450271cac823c1fce889f781ae\"},\"headline\":\"Dinamo meter\",\"datePublished\":\"2023-06-22T11:49:30+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-22T11:49:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/\"},\"wordCount\":551,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Laboratorium\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/\",\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/\",\"name\":\"\u25b7 Dinamometer: apa itu, bagian, jenis, pengoperasian...\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-06-22T11:49:30+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-22T11:49:30+00:00\",\"description\":\"Di sini Anda akan mempelajari apa itu dinamometer, kegunaannya, bagian-bagiannya, cara kerja dinamometer, dan macam-macam dinamometer.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Rumah\",\"item\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dinamo meter\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/\",\"name\":\"Physigeek\",\"description\":\"Pelajari fisika dengan cara mudah!\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Physigeek\",\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/physigeek-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/physigeek-logo.png\",\"width\":180,\"height\":42,\"caption\":\"Physigeek\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/8c80a7450271cac823c1fce889f781ae\",\"name\":\"Jonathan Reynolds\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Jonathan-Reynolds-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Jonathan-Reynolds-96x96.jpg\",\"caption\":\"Jonathan Reynolds\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/physigeek.com\/id\"],\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/author\/ind0n35inphys1c\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u25b7 Dinamometer: apa itu, bagian, jenis, pengoperasian...","description":"Di sini Anda akan mempelajari apa itu dinamometer, kegunaannya, bagian-bagiannya, cara kerja dinamometer, dan macam-macam dinamometer.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u25b7 Dinamometer: apa itu, bagian, jenis, pengoperasian...","og_description":"Di sini Anda akan mempelajari apa itu dinamometer, kegunaannya, bagian-bagiannya, cara kerja dinamometer, dan macam-macam dinamometer.","og_url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/","article_published_time":"2023-06-22T11:49:30+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/parties-dun-dynamometre.png"}],"author":"Jonathan Reynolds","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Jonathan Reynolds","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/"},"author":{"name":"Jonathan Reynolds","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/8c80a7450271cac823c1fce889f781ae"},"headline":"Dinamo meter","datePublished":"2023-06-22T11:49:30+00:00","dateModified":"2023-06-22T11:49:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/"},"wordCount":551,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization"},"articleSection":["Laboratorium"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/","url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/","name":"\u25b7 Dinamometer: apa itu, bagian, jenis, pengoperasian...","isPartOf":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#website"},"datePublished":"2023-06-22T11:49:30+00:00","dateModified":"2023-06-22T11:49:30+00:00","description":"Di sini Anda akan mempelajari apa itu dinamometer, kegunaannya, bagian-bagiannya, cara kerja dinamometer, dan macam-macam dinamometer.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/dinamo-meter\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Rumah","item":"https:\/\/physigeek.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dinamo meter"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#website","url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/","name":"Physigeek","description":"Pelajari fisika dengan cara mudah!","publisher":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/physigeek.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization","name":"Physigeek","url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/physigeek-logo.png","contentUrl":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/physigeek-logo.png","width":180,"height":42,"caption":"Physigeek"},"image":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/8c80a7450271cac823c1fce889f781ae","name":"Jonathan Reynolds","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Jonathan-Reynolds-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Jonathan-Reynolds-96x96.jpg","caption":"Jonathan Reynolds"},"sameAs":["http:\/\/physigeek.com\/id"],"url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/author\/ind0n35inphys1c\/"}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288"}],"collection":[{"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=288"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/288\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=288"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=288"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=288"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}