{"id":153,"date":"2023-06-25T03:05:32","date_gmt":"2023-06-25T03:05:32","guid":{"rendered":"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/"},"modified":"2023-06-25T03:05:32","modified_gmt":"2023-06-25T03:05:32","slug":"alat-pengukur-jurusan-angin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/","title":{"rendered":"Alat pengukur jurusan angin"},"content":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu anemometer. Oleh karena itu, Anda akan menemukan definisi anemometer, berbagai jenis anemometer, dan cara penggunaan instrumen laboratorium jenis ini. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%C2%BFQue-es-un-anemometro\"><\/span> Apa itu anemometer?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> <strong>Anemometer<\/strong> , juga disebut <strong>anemometer<\/strong> , adalah instrumen yang mengukur kecepatan udara. Dengan kata lain, anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengetahui kecepatan atau kekuatan angin.<\/p>\n<p> Anemometer terutama digunakan dalam meteorologi dan penerbangan, meskipun juga memiliki beberapa aplikasi industri. Di bawah ini kita akan melihat apa saja kegunaan anemometer.<\/p>\n<p> Meskipun tidak diketahui apakah ia merupakan inventarisnya, deskripsi pertama dari anemometer dibuat oleh Leon Battista Alberti dari Italia pada tahun 1450.<\/p>\n<p> Perlu dicatat bahwa beberapa anemometer mengukur tekanan udara, bukan kecepatan. Begitu pula dengan beberapa anemometer multifungsi yang juga mampu memberikan informasi suhu dan kelembapan udara.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tipos-de-anemometros\"><\/span> Jenis anemometer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Ada beberapa <strong>jenis anemometer<\/strong> :<\/p>\n<ul>\n<li> Anemometer cangkir<\/li>\n<li> anemometer baling-baling angin<\/li>\n<li> anemometer kawat panas<\/li>\n<li> Anemometer ultrasonik<\/li>\n<li> Anemometer Doppler Laser<\/li>\n<\/ul>\n<p> Masing-masing jenis anemometer dijelaskan secara rinci di bawah ini.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Anemometro-de-cazoletas\"><\/span> Anemometer cangkir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> Ini terdiri dari tiga atau empat cangkir setengah bola yang dihubungkan dengan lengan ke sumbu vertikal. Jadi angin menerpa cangkir dan membuatnya berputar, jadi semakin cepat angin bertiup maka semakin cepat pula cangkir berputar.<\/p>\n<p> Anemometer jenis ini bisa juga disebut dengan anemometer rotasi. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-coupelle.png\" alt=\"anemometer cangkir\" class=\"wp-image-2724\" width=\"94\" height=\"307\" srcset=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-coupelle-92x300.png 92w, https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-coupelle.png 151w\" sizes=\"(max-width: 92px) 100vw, 92px\"><\/figure>\n<p> Anemometer cup terutama digunakan dalam meteorologi, karena dapat menahan hembusan angin yang sangat kencang.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Anemometro-de-molinete\"><\/span> anemometer baling-baling angin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> Itu terdiri dari baling-baling yang berputar pada sumbu horizontal. Namun sumbu baling-baling harus sejajar dengan arah angin, sehingga sumbu tersebut harus mengikuti perubahan arah angin. Untuk melakukan hal ini, baling-baling cuaca umumnya diintegrasikan ke bagian belakang anemometer. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-girouette.jpeg\" alt=\"anemometer baling-baling angin\" class=\"wp-image-2731\" width=\"345\" height=\"229\" srcset=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-girouette-300x199.jpeg 300w, https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-girouette-1024x678.jpeg 1024w, https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-girouette-768x509.jpeg 768w, https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-girouette-1536x1017.jpeg 1536w, https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-girouette.jpeg 1824w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\"><\/figure>\n<p> Ada juga anemometer portabel jenis ini, yang mana orang yang memegangnya harus menghadap anemometer sesuai arah angin. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-portable.png\" alt=\"anemometer portabel\" class=\"wp-image-2733\" width=\"124\" height=\"219\" srcset=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-portable-170x300.png 170w, https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-portable.png 244w\" sizes=\"(max-width: 170px) 100vw, 170px\"><\/figure>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Anemometro-de-hilo-caliente\"><\/span> anemometer kawat panas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> Anemometer ini mempunyai kawat yang biasanya terbuat dari tungsten yang dipanaskan secara listrik sampai suhu diatas suhu ruangan, sehingga ketika angin melewati anemometer maka kawat tersebut menjadi dingin.<\/p>\n<p> Karena hambatan listrik sebagian besar logam bergantung pada suhunya, maka dapat diperoleh hubungan antara suhu kawat dan kecepatan udara. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-fil-chaud.png\" alt=\"anemometer kawat panas\" class=\"wp-image-2737\" width=\"47\" height=\"342\" srcset=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-fil-chaud-41x300.png 41w, https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-fil-chaud-140x1024.png 140w, https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-fil-chaud.png 168w\" sizes=\"(max-width: 41px) 100vw, 41px\"><\/figure>\n<p> Jenis anemometer ini sangat halus, namun sangat akurat. Mereka digunakan, misalnya, dalam studi aliran turbulen.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Anemometro-ultrasonico\"><\/span> Anemometer ultrasonik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> Anemometer ultrasonik menggunakan gelombang suara ultrasonik untuk mengukur arah dan kecepatan udara.<\/p>\n<p> Anemometer jenis ini memiliki banyak kegunaan, seperti navigasi laut, stasiun cuaca, penerbangan, dll. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-ultrasons.png\" alt=\"anemometer ultrasonik\" class=\"wp-image-2741\" width=\"200\" height=\"267\" srcset=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-ultrasons-225x300.png 225w, https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-ultrasons.png 300w\" sizes=\"(max-width: 225px) 100vw, 225px\"><\/figure>\n<p> Salah satu kelebihan anemometer jenis ini adalah tidak memiliki bagian yang bergerak. Oleh karena itu, produk ini tidak akan terpengaruh oleh udara asin atau debu dan oleh karena itu kemungkinan besar akan bertahan lebih lama.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Anemometro-laser-Doppler\"><\/span> Anemometer Doppler Laser<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> Anemometer jenis ini menggunakan sinar laser yang dibagi menjadi dua, salah satunya merambat keluar dari anemometer dan yang lainnya berfungsi sebagai referensi.<\/p>\n<p> Ketika partikel bergerak, mereka menghasilkan efek Doppler yang, dikombinasikan dengan laser, memungkinkan untuk menghitung kecepatan partikel-partikel ini dan, oleh karena itu, kecepatan angin. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-laser-doppler.webp\" alt=\"anemometer laser Doppler\" class=\"wp-image-2744\" width=\"260\" height=\"224\"><\/figure>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Como-funciona-un-anemometro\"><\/span> Bagaimana cara kerja anemometer?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> <strong>Kinerja anemometer<\/strong> tergantung pada jenis anemometernya. Jadi, ada anemometer yang mengukur kecepatan angin berdasarkan tekanan yang diberikan pada permukaan, seperti mangkuk atau baling-baling, sementara ada anemometer lain yang bekerja dengan ultrasound atau dengan kabel yang resistansinya bergantung pada suhu. Anda telah menjelaskan cara kerja masing-masing jenis anemometer pada bagian di atas.<\/p>\n<p> Namun, saat menggunakan anemometer, penting untuk melakukan beberapa pengukuran dalam interval 10 menit dan mengambil rata-rata dari semua nilai yang tercatat sebagai nilai kecepatan udara. Dengan cara ini, efek hembusan angin yang mendistorsi pengukuran dapat diminimalkan.<\/p>\n<p> Namun logikanya, jika kita ingin mengetahui kecepatan angin pada suatu momen tertentu, kita hanya perlu melakukan pengukuran pada momen tersebut.<\/p>\n<p> Setelah kecepatan angin diukur, jenis angin dapat diklasifikasikan menurut kecepatan yang diperoleh:<\/p>\n<figure class=\"wp-block-table is-style-stripes\">\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th> Jenis angin<\/th>\n<th class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> Kecepatan (m\/s)<\/th>\n<th class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> Kecepatan (knot)<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td> Tenang<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> 0,0 \u2013 0,4<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> 0,0 \u2013 0,9<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td> lampu<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> 0,4 \u2013 5,8<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> 0,9 \u2013 11<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td> Sedang<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> 5.8 \u2013 8.5<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> 11 \u2013 17<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td> Dingin<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> 8.5 \u2013 11<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> 17 \u2013 22<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td> kuat<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> 11 \u2013 17<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> 22 \u2013 34<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td> Sementara<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> 17 \u2013 25<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> 34 \u2013 48<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td> Badai yang kuat<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> 25 \u2013 34<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> 48 \u2013 65<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td> Badai<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> &gt;34<\/td>\n<td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"> &gt;65 <\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/figure>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aplicaciones-del-anemometro\"><\/span> Aplikasi anemometer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Anemometer memiliki banyak kegunaan, antara lain:<\/p>\n<ul style=\"color:#4fd12f; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Pertanian: Anemometer sangat berguna dalam menentukan kondisi lingkungan.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Penerbangan: anemometer digunakan dalam balon udara, paralayang, dengan parasut, dll.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Sains: anemometer sering digunakan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti meteorologi, aerodinamika, ilmu lingkungan, dll.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Olahraga: anemometer digunakan pada perlombaan olah raga tertentu, seperti berlayar, panahan atau atletik.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Teknik: anemometer memiliki banyak kegunaan dalam industri, digunakan untuk mempelajari aliran udara, untuk menjamin keselamatan di lokasi konstruksi, untuk menganalisis kondisi kerja, dll.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu anemometer. Oleh karena itu, Anda akan menemukan definisi anemometer, berbagai jenis anemometer, dan cara penggunaan instrumen laboratorium jenis ini. Apa itu anemometer? Anemometer , juga disebut anemometer , adalah instrumen yang mengukur kecepatan udara. Dengan kata lain, anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengetahui kecepatan atau kekuatan angin. Anemometer terutama &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Alat pengukur jurusan angin<\/span> Baca selengkapnya &quot;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>\u25b7 Anemometer: apa itu, jenis, pengoperasian, kegunaan...<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu anemometer, berbagai jenis anemometer, cara kerja anemometer, dan penerapannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u25b7 Anemometer: apa itu, jenis, pengoperasian, kegunaan...\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu anemometer, berbagai jenis anemometer, cara kerja anemometer, dan penerapannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-25T03:05:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-coupelle.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Jonathan Reynolds\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Jonathan Reynolds\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/\"},\"author\":{\"name\":\"Jonathan Reynolds\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/8c80a7450271cac823c1fce889f781ae\"},\"headline\":\"Alat pengukur jurusan angin\",\"datePublished\":\"2023-06-25T03:05:32+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-25T03:05:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/\"},\"wordCount\":660,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Laboratorium\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/\",\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/\",\"name\":\"\u25b7 Anemometer: apa itu, jenis, pengoperasian, kegunaan...\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-06-25T03:05:32+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-25T03:05:32+00:00\",\"description\":\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu anemometer, berbagai jenis anemometer, cara kerja anemometer, dan penerapannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Rumah\",\"item\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Alat pengukur jurusan angin\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/\",\"name\":\"Physigeek\",\"description\":\"Pelajari fisika dengan cara mudah!\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Physigeek\",\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/physigeek-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/physigeek-logo.png\",\"width\":180,\"height\":42,\"caption\":\"Physigeek\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/8c80a7450271cac823c1fce889f781ae\",\"name\":\"Jonathan Reynolds\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Jonathan-Reynolds-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Jonathan-Reynolds-96x96.jpg\",\"caption\":\"Jonathan Reynolds\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/physigeek.com\/id\"],\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/author\/ind0n35inphys1c\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u25b7 Anemometer: apa itu, jenis, pengoperasian, kegunaan...","description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu anemometer, berbagai jenis anemometer, cara kerja anemometer, dan penerapannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u25b7 Anemometer: apa itu, jenis, pengoperasian, kegunaan...","og_description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu anemometer, berbagai jenis anemometer, cara kerja anemometer, dan penerapannya.","og_url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/","article_published_time":"2023-06-25T03:05:32+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/physigeek.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/anemometre-a-coupelle.png"}],"author":"Jonathan Reynolds","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Jonathan Reynolds","Est. reading time":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/"},"author":{"name":"Jonathan Reynolds","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/8c80a7450271cac823c1fce889f781ae"},"headline":"Alat pengukur jurusan angin","datePublished":"2023-06-25T03:05:32+00:00","dateModified":"2023-06-25T03:05:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/"},"wordCount":660,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization"},"articleSection":["Laboratorium"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/","url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/","name":"\u25b7 Anemometer: apa itu, jenis, pengoperasian, kegunaan...","isPartOf":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#website"},"datePublished":"2023-06-25T03:05:32+00:00","dateModified":"2023-06-25T03:05:32+00:00","description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu anemometer, berbagai jenis anemometer, cara kerja anemometer, dan penerapannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/alat-pengukur-jurusan-angin\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Rumah","item":"https:\/\/physigeek.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Alat pengukur jurusan angin"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#website","url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/","name":"Physigeek","description":"Pelajari fisika dengan cara mudah!","publisher":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/physigeek.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization","name":"Physigeek","url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/physigeek-logo.png","contentUrl":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/physigeek-logo.png","width":180,"height":42,"caption":"Physigeek"},"image":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/8c80a7450271cac823c1fce889f781ae","name":"Jonathan Reynolds","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Jonathan-Reynolds-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Jonathan-Reynolds-96x96.jpg","caption":"Jonathan Reynolds"},"sameAs":["http:\/\/physigeek.com\/id"],"url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/author\/ind0n35inphys1c\/"}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153"}],"collection":[{"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=153"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=153"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=153"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=153"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}