{"id":102,"date":"2023-06-25T23:22:31","date_gmt":"2023-06-25T23:22:31","guid":{"rendered":"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/"},"modified":"2023-06-25T23:22:31","modified_gmt":"2023-06-25T23:22:31","slug":"pengukur-aliran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/","title":{"rendered":"Pengukur aliran"},"content":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu flow meter dan apa saja karakteristiknya. Selain itu, semua jenis pengukur aliran disajikan. Dan terakhir, Anda akan dapat melihat beberapa rekomendasi pembelian flow meter yang sesuai. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%C2%BFQue-es-un-flujometro\"><\/span> Apa itu pengukur aliran?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> <strong>Flow meter<\/strong> adalah alat yang mengukur aliran suatu fluida. Sederhananya, flow meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur aliran suatu fluida.<\/p>\n<p> Flow meter disebut juga <strong>flow meter<\/strong> , <strong>flow meter<\/strong> atau <strong>fluid meter<\/strong> .<\/p>\n<p> Ingatlah bahwa laju aliran atau laju aliran volumetrik didefinisikan sebagai jumlah aliran per satuan waktu yang mengalir melalui suatu bagian tabung.<\/p>\n<p> Flow meter merupakan instrumen yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, sebuah mobil mengukur laju aliran saat beroperasi menggunakan pengukur aliran. Demikian pula dalam dunia kedokteran, flow meter digunakan untuk mengukur jumlah maksimum udara yang dapat dihembuskan seseorang. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Caracteristicas-de-flujometros\"><\/span> Fitur Pengukur Aliran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Setelah kita mengetahui pengertian flow meter, sekarang kita akan melihat ciri-ciri alat ukur jenis ini:<\/p>\n<ul style=\"color:#4fd12f; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Flow meter digunakan untuk mengukur laju aliran suatu aliran. Tergantung pada jenis flow meter, fungsinya adalah untuk mengukur aliran cairan atau gas.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Biasanya, pengukur aliran terdiri dari sensor, yang menghasilkan sinyal berdasarkan jumlah aliran, dan kepala, yang memproses informasi dan menghitung aliran.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Pengukur aliran biasanya menyertakan keluaran sinyal listrik untuk mengirimkan data langsung ke prosesor, sehingga memungkinkan proses industri diotomatisasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Beberapa pengukur aliran dapat mengukur lebih banyak karakteristik fluida daripada aliran, seperti kecepatan, gaya fluida, atau suhu.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Kehilangan tekanan yang disebabkan oleh dimasukkannya flow meter ke dalam rangkaian sangat kecil.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Flow meter sangat mudah dipasang.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tipos-de-flujometros\"><\/span> Jenis pengukur aliran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Ada dua jenis utama flow meter: mekanis dan elektronik. Dan dalam setiap jenis, terdapat variasi yang berbeda:<\/p>\n<ul style=\"color:#4fd12f; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Pengukur aliran mekanis:<\/strong><\/span>\n<ul style=\"color:#4fd12f; font-weight: bold; list-style-type: square\">\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">pengukur aliran visual<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">pengukur aliran penghancur<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">perpindahan positif<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Pengukur aliran elektronik:<\/strong><\/span>\n<ul style=\"color:#4fd12f; font-weight: bold; list-style-type: square\">\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">pabrik elektronik<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">turbin elektronik<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Perbedaan tekanan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">V-kerucut<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Magnetik<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">oleh pusaran<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">ultrasonik<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Perbedaan suhu<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Coriolis<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p> Setiap jenis flow meter dijelaskan lebih detail di bawah ini. <\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Flujometro-mecanico-visual\"><\/span> Pengukur aliran mekanis visual<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> <strong>Pengukur aliran mekanis visual<\/strong> terdiri dari kerucut transparan terbalik dengan bola plastik. Bisa juga disebut <strong>rotameter<\/strong> .<\/p>\n<p> Pengoperasian flow meter jenis ini sangat sederhana karena fluida menggerakkan bola ke atas, sehingga semakin banyak aliran fluida maka semakin tinggi pula bola tersebut. Nilai aliran ditunjukkan dengan garis yang berimpit dengan batas bola.<\/p>\n<p> Secara umum, ini memungkinkan Anda mengetahui laju aliran cairan gas. Keakuratan flow meter ini terbatas karena pembacaannya dilakukan secara manual. <\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Flujometro-mecanico-de-molino\"><\/span>Pengukur aliran mekanis pabrik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> <strong>Flow meter penggiling mekanis<\/strong> memiliki penggiling, seperti namanya, yang ditempatkan di tengah-tengah cairan. Dengan demikian fluida akan memutar penghancur dan bergantung pada kecepatan transmisi, kita dapat mengetahui laju alirannya.<\/p>\n<p> Flow meter jenis ini biasanya digunakan sebagai meteran air atau gas di rumah-rumah. <\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Flujometro-de-desplazamiento-positivo\"><\/span> Pengukur aliran volumetrik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> <strong>Pengukur aliran volumetrik<\/strong> terdiri dari beberapa bagian yang dimensinya diketahui secara pasti. Dengan demikian, fluida akan memenuhi ruangan-ruangan selama bersirkulasi dan dengan informasi ini laju alirannya dapat diketahui.<\/p>\n<p> Variasi model ini ada, bisa berupa roda gigi, piston, rotor, dll. Mereka sangat berguna untuk mengukur laju aliran cairan dan gas yang sangat rendah.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Flujometro-electronico-de-molino\"><\/span> Pengukur aliran pabrik elektronik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> Pengoperasian <strong>pengukur aliran pabrik elektronik<\/strong> mirip dengan yang kita lihat di atas dengan pengukur aliran mekanis, satu-satunya perbedaan adalah pengukur aliran ini dilengkapi magnet permanen di salah satu ujungnya.<\/p>\n<p> Jadi, ketika magnet berputar, menghasilkan medan magnet, kemudian melalui sensor dan rangkaian elektronik, sinyal yang dirasakan diubah menjadi nilai aliran fluida. <\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Flujometro-electronico-de-turbina\"><\/span> Pengukur aliran turbin elektronik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> Metode pengukuran <strong>aliran meter aliran turbin elektronik<\/strong> mirip dengan yang sebelumnya. Merupakan turbin dengan komponen magnet yang berputar sebanding dengan intensitas aliran.<\/p>\n<p> Sehingga turbin menghasilkan medan magnet yang intensitasnya lebih besar atau lebih kecil tergantung pada laju aliran. Kemudian sensor efek Hall bertanggung jawab untuk mengubah sinyal magnetik dan memberikan nilai laju aliran. <\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Flujometro-de-diferencial-de-presion\"><\/span> Pengukur aliran tekanan diferensial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> <strong>Pengukur aliran tekanan diferensial<\/strong> mengukur aliran fluida dari perbedaan tekanan dalam pipa. Pipa tersebut memperkecil diameter bagiannya kemudian kembali ke ukuran semula, sehingga fluida mengurangi tekanannya pada bagian saluran keluar.<\/p>\n<p> Jadi, semakin besar perbedaan tekanan antara saluran masuk dan saluran keluar, maka aliran fluida semakin besar.<\/p>\n<p> Jenis flow meter ini adalah salah satu yang paling banyak digunakan.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Flujometro-V-Cone\"><\/span> Pengukur aliran V-kerucut<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> <strong>Flow meter V-Cone<\/strong> menggunakan prinsip yang sama dengan flow meter sebelumnya untuk menentukan nilai aliran, yaitu berdasarkan perbedaan tekanan yang dihasilkan antara dua bagian pipa. Namun, dalam hal ini kerucut pusat ditempatkan di dalam tabung.<\/p>\n<p> Flow meter jenis ini sangat akurat dan dapat diaplikasikan pada berbagai macam cairan.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Flujometro-magnetico\"><\/span> Pengukur aliran magnetik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> Pengoperasian <strong>pengukur aliran magnet<\/strong> terdiri dari penerapan medan magnet pada pipa dan mengukur beda potensial antara dua bagian. Pengukur aliran kemudian menghitung laju aliran dari informasi yang dikumpulkan.<\/p>\n<p> Kelebihan flow meter jenis ini adalah memerlukan perawatan yang sangat sedikit, sebaliknya hanya dapat digunakan pada cairan dengan daya hantar listrik.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Flujometro-de-vortex\"><\/span> Pengukur aliran pusaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> Pada <strong>pengukur aliran pusaran,<\/strong> penghitungan aliran didasarkan pada pembangkitan pusaran, itulah sebabnya dinamakan demikian.<\/p>\n<p> Dalam hal ini, aliran fluida terhalang oleh suatu benda sehingga timbul pusaran selama sirkulasinya di dalam pipa (efek Von K\u00e1rm\u00e1n). Dari frekuensi terciptanya pusaran dan luas permukaan bagian tersebut, pengukur aliran menghitung laju aliran fluida.<\/p>\n<p> Flow meter jenis ini memiliki keunggulan presisi tinggi dan perawatan rendah.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Flujometro-ultrasonico\"><\/span> Pengukur aliran ultrasonik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> <strong>Pengukur aliran<\/strong> <strong>ultrasonik<\/strong> mengukur aliran dengan membandingkan waktu yang dibutuhkan dua sinyal ultrasonik untuk menempuh jarak yang sama tetapi dalam arah yang berlawanan. Dengan demikian, selisih kedua waktu tersebut akan semakin besar seiring dengan meningkatnya laju aliran tabung.<\/p>\n<p> Keakuratan flow meter jenis ini sangat bergantung pada karakteristik aliran. <\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Flujometro-de-diferencial-de-temperatura\"><\/span> pengukur aliran suhu diferensial<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> <strong>Pengukur aliran diferensial suhu<\/strong> mengukur laju aliran suatu aliran berdasarkan perbedaan suhu antara dua titik. Sebab jika tidak ada perbedaan suhu berarti fluida tersebut tidak bergerak, namun semakin besar perbedaannya maka semakin besar pula laju aliran fluida tersebut.<\/p>\n<p> Dengan flow meter jenis ini, seseorang tidak hanya dapat mengetahui laju aliran suatu fluida, tetapi juga arah aliran fluida tersebut.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Flujometro-de-Coriolis\"><\/span> Pengukur aliran Coriolis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> <strong>Pengukur aliran Coriolis<\/strong> menghitung aliran dari gaya inersia yang dihasilkan ketika sebuah partikel dalam benda yang berputar bergerak relatif terhadap benda tersebut, sehingga muncul percepatan Coriolis.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Como-elegir-un-flujometro\"><\/span>Bagaimana memilih pengukur aliran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Terakhir, kita akan melihat beberapa rekomendasi untuk memilih pengukur aliran yang paling sesuai untuk setiap situasi. Aspek-aspek berikut harus dipertimbangkan:<\/p>\n<ul style=\"color:#4fd12f; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Karakteristik Fluida<\/strong> \u2013 Tentu saja, penting untuk mempertimbangkan karakteristik fluida ketika memilih flow meter. Misalnya, pengukur aliran elektromagnetik tidak dapat digunakan jika cairan tidak memiliki sifat magnetis. Pertimbangan juga harus diberikan apakah cairan tersebut mengandung padatan tersuspensi, karena beberapa pengukur aliran mungkin rusak.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Alur kerja<\/strong> : Tentunya, nilai aliran kerja harus berada dalam rentang kerja flow meter. Sebaiknya juga laju aliran kerja berada di tengah rentang pengukur aliran, agar tidak membebani instrumen.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:15px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Penerapan<\/strong> \u2013 Mengetahui tujuan pengukuran aliran dapat bermanfaat. Misalnya, jika Anda tidak membutuhkan presisi tinggi, Anda dapat membeli flow meter yang lebih murah sehingga menghemat anggaran.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Kondisi kerja<\/strong> : semakin banyak informasi yang Anda miliki tentang pengukuran aliran yang akan dilakukan, semakin baik. Jadi, mengetahui suhu dan tekanan fluida atau jenis instalasi akan membantu Anda mengambil keputusan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu flow meter dan apa saja karakteristiknya. Selain itu, semua jenis pengukur aliran disajikan. Dan terakhir, Anda akan dapat melihat beberapa rekomendasi pembelian flow meter yang sesuai. Apa itu pengukur aliran? Flow meter adalah alat yang mengukur aliran suatu fluida. Sederhananya, flow meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur aliran suatu &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Pengukur aliran<\/span> Baca selengkapnya &quot;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Flow meter: apa itu, ciri-ciri, jenis, rekomendasi,...<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di sini Anda akan menemukan apa itu flow meter, apa saja karakteristiknya, segala jenis flow meter, dan beberapa tips memilih flow meter yang tepat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Flow meter: apa itu, ciri-ciri, jenis, rekomendasi,...\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di sini Anda akan menemukan apa itu flow meter, apa saja karakteristiknya, segala jenis flow meter, dan beberapa tips memilih flow meter yang tepat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-25T23:22:31+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Jonathan Reynolds\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Jonathan Reynolds\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/\"},\"author\":{\"name\":\"Jonathan Reynolds\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/8c80a7450271cac823c1fce889f781ae\"},\"headline\":\"Pengukur aliran\",\"datePublished\":\"2023-06-25T23:22:31+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-25T23:22:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/\"},\"wordCount\":1105,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Laboratorium\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/\",\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/\",\"name\":\"Flow meter: apa itu, ciri-ciri, jenis, rekomendasi,...\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-06-25T23:22:31+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-25T23:22:31+00:00\",\"description\":\"Di sini Anda akan menemukan apa itu flow meter, apa saja karakteristiknya, segala jenis flow meter, dan beberapa tips memilih flow meter yang tepat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Rumah\",\"item\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengukur aliran\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/\",\"name\":\"Physigeek\",\"description\":\"Pelajari fisika dengan cara mudah!\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Physigeek\",\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/physigeek-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/physigeek-logo.png\",\"width\":180,\"height\":42,\"caption\":\"Physigeek\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/8c80a7450271cac823c1fce889f781ae\",\"name\":\"Jonathan Reynolds\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Jonathan-Reynolds-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Jonathan-Reynolds-96x96.jpg\",\"caption\":\"Jonathan Reynolds\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/physigeek.com\/id\"],\"url\":\"https:\/\/physigeek.com\/id\/author\/ind0n35inphys1c\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Flow meter: apa itu, ciri-ciri, jenis, rekomendasi,...","description":"Di sini Anda akan menemukan apa itu flow meter, apa saja karakteristiknya, segala jenis flow meter, dan beberapa tips memilih flow meter yang tepat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Flow meter: apa itu, ciri-ciri, jenis, rekomendasi,...","og_description":"Di sini Anda akan menemukan apa itu flow meter, apa saja karakteristiknya, segala jenis flow meter, dan beberapa tips memilih flow meter yang tepat.","og_url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/","article_published_time":"2023-06-25T23:22:31+00:00","author":"Jonathan Reynolds","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Jonathan Reynolds","Est. reading time":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/"},"author":{"name":"Jonathan Reynolds","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/8c80a7450271cac823c1fce889f781ae"},"headline":"Pengukur aliran","datePublished":"2023-06-25T23:22:31+00:00","dateModified":"2023-06-25T23:22:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/"},"wordCount":1105,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization"},"articleSection":["Laboratorium"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/","url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/","name":"Flow meter: apa itu, ciri-ciri, jenis, rekomendasi,...","isPartOf":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#website"},"datePublished":"2023-06-25T23:22:31+00:00","dateModified":"2023-06-25T23:22:31+00:00","description":"Di sini Anda akan menemukan apa itu flow meter, apa saja karakteristiknya, segala jenis flow meter, dan beberapa tips memilih flow meter yang tepat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/pengukur-aliran\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Rumah","item":"https:\/\/physigeek.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengukur aliran"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#website","url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/","name":"Physigeek","description":"Pelajari fisika dengan cara mudah!","publisher":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/physigeek.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#organization","name":"Physigeek","url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/physigeek-logo.png","contentUrl":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/physigeek-logo.png","width":180,"height":42,"caption":"Physigeek"},"image":{"@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/8c80a7450271cac823c1fce889f781ae","name":"Jonathan Reynolds","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/physigeek.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Jonathan-Reynolds-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/physigeek.com\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Jonathan-Reynolds-96x96.jpg","caption":"Jonathan Reynolds"},"sameAs":["http:\/\/physigeek.com\/id"],"url":"https:\/\/physigeek.com\/id\/author\/ind0n35inphys1c\/"}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102"}],"collection":[{"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=102"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/physigeek.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}